TAK SEKADAR MENUNGGU BERBUKA, NGABUBURIT PENGAWASAN BAWASLU SULBAR BANGUN SDM BERINTEGRITAS
humas | Kamis, Maret 5, 2026 - 03:07
Mamuju, Sulawesi Barat – Momentum Ramadan tak hanya dimaknai sebagai ibadah spiritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas. Hal ini tercermin dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (04/03/2026).
Mengusung tema “Tausiyah Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu”, kegiatan ngabuburit ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten se-Sulawesi Barat. Menjadi ajang memperdalam nilai integritas, profesionalitas, serta tanggung jawab moral bagi para pengawas pemilu di bulan suci.
Nasrul Muhayyang Selaku Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Provinsi Sulawesi Barat, Menegaskan bahwa keberhasilan membangun SDM di lingkungan Bawaslu tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pimpinan dan jajaran sekretariat. Kedua unsur ini harus berjalan beriringan, saling memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta bekerja secara kolektif dalam mencapai tujuan lembaga.
“Salah satu kunci utama penguatan SDM adalah pemahaman yang baik terhadap tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI). Setiap individu diharapkan mampu menjalankan perannya secara maksimal sesuai dengan tanggung jawab yang diemban, sehingga tercipta kinerja yang efektif dan professional” Kata Nasrul Muhayyang selaku Narasumber pada kegiatan Ngabuburit Pengawasan.
Ia juga menambahkan bahwa peran pengawas pemilu tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi merupakan tanggung jawab etis dalam menjaga kehormatan dan kualitas demokrasi. Karena itu, setiap pengawas dituntut untuk tetap menjunjung tinggi sikap independen serta bekerja secara profesional dalam seluruh tahapan pemilu. Ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama Rustang selaku narasumber eksternal menambahkan bahwa penguatan sumber daya pengawas pemilu tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga memiliki landasan teologis yang kuat.
“Penguatan sumber daya manusia pengawas pemilu tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan nilai-nilai batiniah yang berlandaskan integritas, kejujuran, dan keimanan. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pengawasan yang berintegritas” Ucapnya
Bahwa setiap individu memiliki keterbatasan dan kekurangan Oleh karena itu, semangat saling melengkapi, bekerja sama, dan menjaga kebersamaan menjadi kunci dalam membangun sumber daya pengawas pemilu yang kuat dan berintegritas. Tutupnya
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, sebelum akhirnya ditutup menjelang waktu berbuka puasa.
Ke depan, seluruh sumber daya manusia pengawas pemilu diharapkan dapat terus menjaga komitmen, kebersamaan, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan independensi demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas. (HUMAS)