Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Bawaslu Sulbar Gandeng FKUB Sulbar
|
SOSIALISASI. Ketua Bawaslu Sulbar, Fitrinela Patonangi, bersama para narasumber pada kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Rabu 15 Maret 2023.
MAMUJU, BAWASLU SULBAR - Dalam rangka peningkatan pengawasan pemilu partisipatif, Bawaslu Sulbar gelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Rabu 15 Maret 2023.
Bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar, sosialisasi kali ini menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat serta menghadirkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar.
Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Sulbar, Fitrinela Patonangi, mengatakan pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat tentu akan dikemas sesuai dengan aturan, budaya, dan etika moral yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Peran tokoh agama begitu vital dalam hal mewujudkan pelaksanaan pemilu dan pemilihan sebagai bentuk perwujudan kedaulatan sekaligus momentum mengokohkan NKRI," kata Fitrinela, Rabu 15 Maret 2023.
Fitrinela menjelaskan Bawaslu secara substansial diharapkan didorong untuk menjaga kualitas pemilu dan pemilihan, bukan sekadar dari segi teknis penyelenggaraannya saja, tapi memastikan secara etika dan regulasi dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
"Mendorong peran dan partisipasi masyarakat dalam setiap ikhtiar pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan adalah hal yang mutlak, terlebih jika bercermin pada segala keterbatasan yang ada pada tubuh Bawaslu sendiri," ungkapnya.
Lebih jauh, Fitrinela membeberkan mengapa publik mesti terlibat dalam pengawasan pemilu partisipatif, karena hal tersebut demi memastikan hak politik masyarakat serta terlaksananya pemilu dan pemilihan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
"Bukan hanya dari sisi teknis penyelenggaraannya, tapi juga berintegritas dari sisi penyelenggara pemilu dan pemilihan itu sendiri," imbuh Fitrinela.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris FKUB Sulawesi Barat, Nur Salim Ismail, menuturkan tokoh agama mesti mampu untuk tampil di garda terdepan dalam setiap upaya menyampaikan pesan-pesan kebaikan ke masyarakat.
"Dalam konteks pelaksanaan pemilu dan pemilihan, penting tokoh agama untuk hadir dan harus mampu memberikan edukasi politik kepada masyarakat," jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bawaslu Sulbar dengan FKUB Sulbar tentang Penguatan Peran Umat Beragama Dalam Mewujudkan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 Damai dan Kondusif. (HUMAS)