SKPP Tingkat Dasar Tahun 2021 Gelombang II : Jurnal Hari Pertama
|
SKPP. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Riantoby saat membawakan seminar Peningkatan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum pada pelaksanaan SKPP Tingkat Dasar Gelombang II di Aula LPMP Sulbar, Majene, Selasa, 31 Agustus 2021.
MAJENE, BAWASLU SULBAR - Mengawali sesi setelah dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, kelas menghadirkan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Riantoby dalam sesi seminar yang bertajuk “Peningkatan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum.
Alwan memaparkan bahwa dalam kajian demokrasi klasik dan modern, ditemukan salah satu ruh dasar demokrasi adalah partisipasi. Salah satu makna yang terkandung dalam kata partisipasi adalah “sukarela”. Dalam konteks elektoral, Bawaslu menilai kesuksesan pelaksanaan pilkada/pemilu terletak pada sejauh mana partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran dan melakukan pencegahan.
Pada kesempatan itu, Alwan sedikit mengantar peserta bahwa menurutnya terdapat empat hal yang harus dimiliki dalam membangun Gerakan Partisipatoris antara lain: Pengetahuan, Etika, Keberanian, dan independensi. Dalam sesi seminar terdapat beberapa pertanyaan dari peserta yang hampir semuanya berkutat seputar money politic yang selalu menggerogoti dan bahkan mengarah menjadi budaya politik dalam pemilu dan pilkada di Indonesia.
Sesi bina suasana dan pre-test menandai masuknya proses fasilitasi selanjutnya, setelah itu fasilitator memberikan pengantar terkait tujuan dan capaian yang diharapkan dalam kegiatan SKPP ini. Semangat dan keceriaan mengiringi kegiatan bina suasana, begitupun pemetaan harapan dan kekhawatiran dalam proses kegiatan SKPP yang berlanjut ke kontrak belajar oleh fasilitator yang dipandu Ketua Bawaslu Mamasa, Rustam bersama Anggota Bawaslu Mamuju, Sitti Mustikawati lalu di pengujung sesi dilakukan pemilihan ketua kelas.
Peserta kemudian mendapatkan materi “Pembangunan Karakter” dari Anggota Bawaslu Sulbar, Supriadi Narno, sangat terlihat antusiasme peserta mengikuti materi ini karena dibawakan dengan pembagian kelompok serta games yang kemudian membuat peserta sangat aktif menganalisa, berkomentar, dan saling merespon antar kelompok yang dibentuk.
Materi yang berjalan dengan pengantar kemudian diskusi dan games tersebut meliputi karakter dasar pengawas partisipatif, membangun integritas (meliputi etika dan moralitas), kerelawanan, dan perspektif gender, disabilitas serta kelompok rentan. (Humas)