Lompat ke isi utama

Berita

SKPP Tingkat Dasar Gelombang II Tahun 2021 Resmi Ditutup (Jurnal Hari Ketiga)

SKPP Tingkat Dasar Gelombang II Tahun 2021 Resmi Ditutup (Jurnal Hari Ketiga)
SKPP. Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo bersama para peserta SKPP Tingkat Dasar Gelombang II Tahun 2021, di Aula LPMP Sulbar, Majene, Selasa 2 September 2021.

MAJENE, BAWASLU SULBAR - Rangkaian kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar Bawaslu Tahun 2021 untuk Gelombang II yang digelar di LPMP Sulbar, Majene resmi ditutup oleh ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Sulfan Sulo.

Acara juga dihadiri para Anggota Bawaslu Sulbar, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulbar, para Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten se-Sulawesi Barat, serta para Kepala/Koordinator Sekretariat Bawaslu Sulbar, turut hadir Tim Asistensi Bawaslu RI yang membidangi Pengawasan, Masmulyadi.

Sebelum acara penutupan dimulai, sebelumnya dilakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi peserta, tujuannya untuk membahas dan memperkuat agenda yang akan dilakukan peserta setelah kembali ke daerah masing-masing dalam peningkatan pengawasan partisipatif, para peserta dipandu Anggota Bawaslu Majene, Indrianah Mustafa.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo mengatakan terima kasih kepada semua yang berpartisipasi menyukseskan kegiatan SKPP ini. Bukan rahasia lagi, pemilu banyak praktik money politic, akan banyak hoax.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa pada Pemilu Tahun 2019 kita sudah mendeklarasaikan lima desa anti politik uang di Sulbar, jadi bagaimana caranya kita buat terstruktur gerakan-gerakan untuk melawan politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian,” kata Sulfan, Selasa 2 September 2021.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa itu menambahkan dengan itikad baik, kerjasama dan koordinasi yang baik dengan semua pihak, serta melalui SKPP ini, pelaksanaan pemilu semoga semakin baik sehingga kesejahteraan masyarakat bias segera kita wujudkan.

“Akan banyak ujaran kebencian, tetapi akan ada sekelompok orang, ada kader-kader yang disiapkan untuk membantu mendidik masyarakat supaya mereka tidak terjerumus ke dalam pelanggaran pemilihan tersebut,” seru Sulfan.

Pada kesempatan yang sama, Tim Asistensi Bawaslu RI, Masmulyadi memaparkan SKPP lahir dari sebuah inovasi yang diadakan oleh Bawaslu untuk mencoba mengisi ruang-ruang yang selama ini tidak ada yang menangani.

“Padahal kalau kita senantiasa melakukan hal seperti ini akan meningkatkan kualitas demokrasi kita, bias jadi adik-adik yang hadir pada kesempatan ini ke depan akan menjadi anggota Bawaslu dan seterusnya ke bawah,” imbuhnya.

Bisa jadi juga, lanjut Masmulayadi menjadi pemantau-pemantau pemilu, membentuk komunitas atau kelompok yang membantu literasi politik, peserta juga diharapkan mengambil peran-peran sehingga nilai-nilai dasar dan karakter yang didapatkan ditransformasikan ke masyarakat.

“Rencana tindak lanjut yang teman-teman buat di SKPP ini bisa terlaksana di lapangan guna melawan politik uang dan tradisi-tradisi politik yang tidak ideal dan tidak baik di masyarakat,” pungkasnya. (Humas)

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle