Setelah 6,2 Berlalu
|
RAPAT. Suasana rapat internal yang digelar di halaman kantor Bawaslu Sulbar, Selasa 16 Februari 2021.
MAMUJU, BAWASLU SULBAR – Selasa, 16 Februari 2021, di bawah terik matahari terdengar alat berat tengah meraung-raung, menghancurkan setiap jengkal tembok bangunan yang tersisa, dalam hitungan menit bangunan yang memadati Kota Mamuju itu akan rata dan hanya menyisakan puing reruntuhan.
Di tempat lain, Bawaslu Sulbar tengah mengadakan rapat internal guna memperkuat langkah kelembagaan dalam melaksanakan tugas pengawasan. Terdengar ambulance masih berlalu-lalang dengan suara bising sirinenya di sepanjang Jalan Ks. Tubun tempat kantor Bawaslu Sulbar berada.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo bersama Anggota yakni Fitrinela Patonangi dan Usman Sanjaya, para Kepala Bagian, Pejabat Fungsional dan Staf Teknis itu digelar di halaman kantor tepat di samping tenda darurat yang berdiri kokoh. Nampak raut wajah kami masih menyisakan trauma yang cukup mendalam, perasaan was-was pun masih menyelimuti sehingga kami memutuskan melaksanakan tugas kedinasan di halaman kantor sampai keadaan berangsur-angsur membaik.
Sebulan sudah, gempa tektonik bermagnitudo 6,2 mengguncang Mamuju dan Majene. Rumah, gedung dan fasilitas lain rusak, tak sedikit pula korban jiwa terenggut. Kantor Bawaslu Sulbar juga terdampak, meski tidak roboh namun hampir di setiap sudut dinding hingga lantai bangunan retak yang membuat perasaan cemas jika tetap melaksanakan aktivitas normal di gedung tersebut.
[caption id="attachment_2313" align="aligncenter" width="515"]
Pelaksanaan tugas kedinasan di tenda darurat yang berada pada halaman kantor Bawaslu Sulbar.[/caption]
“Bantuan bagi sahabat-sahabat Bawaslu yang terdampak yang rumahnya rusak karena gempa harus segera diberikan, perlu didata secepat mungkin lalu disalurkan,” terdengar suara Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo di tengah rapat tersebut.
Pegawai di lingkungan sekretariat Bawaslu Sulbar sepenuhnya terdampak oleh gempa yang terjadi pada 15 Januari 2021 lalu itu dan tak sedikit pula dari kami yang rumahnya rusak bahkan ambruk. Namun, bagi kami dan mungkin seluruh masyarakat Sulawesi Barat bahwa tak ada pilihan lain selain bangkit dan memulai semuanya dari awal lagi.
“Program yang kita canangkan sebelumnya perlahan-lahan kita mulai laksanakan kembali, meski dalam keterbatasan, semoga situasi ini secepatnya akan pulih,” sahut Anggota Bawaslu Sulbar, Fitrinela Patonangi memberi semangat kepada peserta rapat.
Rapat pun berlanjut, masing-masing Kepala Bagian memberikan pandangan kepada Pimpinan dalam rangka melakukan percepatan tugas kedinasan agar Bawaslu Sulbar tidak tertinggal secara fungsi kelembagaan, pejabat fungsional juga sesekali memberi masukan, rapat kali ini dibuat sedemikian rileks sebagai trauma healing sehingga tetap fokus dalam menjalankan tugas.
“Dapat berkumpul kembali di kantor ini merupakan hal yang petut kita syukuri, hal itu menandakan seluruh jajaran Bawaslu Sulbar selamat dari gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu, tinggal bagaimana kemudian kita menata kembali rencana kerja yang sempat tertunda karena gempa bumi,” seru Anggota Bawaslu Sulbar, Usman Sanjaya pada rapat tersebut.
Rapat internal pun selesai dan melahirkan beberapa poin kesepakatan yang akan dilaksanakan, para Staf pun kembali melaksanakan pekerjaannya, terlihat para Pimpinan masih duduk ditemani para Kepala Bagian melakukan pembicaraan santai.
Tak berselang lama, sekelompok orang dengan seragam dinas tiba di kantor Bawaslu Sulbar, rupanya petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemprov. Sulbar datang untuk meninjau kondisi gedung kantor Bawaslu Sulbar. Satu per satu bagian kantor pun diamati dengan seksama, sesekali memberikan catatan atas hasil pengamatannya, seluruh bagian bangunan yang berlantai tiga itu diperiksa yang menghasilkan kesimpulan bahwa gedung kantor Bawaslu Sulbar mendapat tingkat kerusakan sedang yang mengharuskan agar aktivitas kantor dilaksanakan sebagian besar di luar gedung.
[caption id="attachment_2314" align="aligncenter" width="563"]
Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo bersama Anggota Bawaslu Sulbar, Usman Sanjaya memantau pemeriksaan kondisi bangunan kantor Bawaslu Sulbar oleh Dinas PUPR Pemprov. Sulbar.[/caption]
Di bagian lain, pemulihan pasca gempa pun dilakukan, di beberapa titik masih ditemui sejumlah relawan yang membantu masyarakat di posko pengungsian. Pada situasi lain, sebagian masyarakat membersihkan puing-puing bangunan bekas gempa, para personil keamanan juga terlihat membagikan bantuan logistik dan obat-obatan bagi para penyintas.
Kita memutuskan untuk tidak menyerah di tengah situasi ini, semoga Mamuju dan Majene segera pulih dan normal kembali, kita hanya perlu mengingat bahwa tidak ada kejadian di bumi ini melainkan atas pengetahuan Tuhan, sehelai daun yang jatuh ke tanah saja berada dalam genggaman urusan Sang Pencipta, apalagi bencana alam sedahsyat gempa bumi yang terjadi di awal tahun ini. (Humas)