Komitmen Pencegahan Covid-19, Bawaslu Sulbar Akan Gelar Deklarasi Pilkada Berintegritas Secara Virtual
|
Anggota Bawaslu Sulbar, Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi, Fitrinela Patonangi.
MAJENE, BAWASLU SULBAR - Bawaslu Sulbar mematangkan persiapan pelaksanaan Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
Menggodok kesiapan tersebut, Bawaslu Sulbar menggelar rapat koordinasi bersama Bawaslu empat kabupaten yang berpilkada. Diantaranya Bawaslu Kabupaten Majene, Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangakayu serta Ketua KPU Majene, Arsalin Aras.
Rapat koordinasi yang dipimpin Ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo dan Anggota Bawaslu Sulbar Fitrinela Patonangi itu berlangsung di aula Kantor Bawaslu Majene, Senin 19 Oktober 2020.
Fitrinela menjelaskan, deklarasi kali ini bakal berbeda dari biasanya. Sebab akan diselenggarakan via dalam jaringan (daring) atau virtual.
"Deklarasi biasanya diadakan di lapangan terbuka dan melibatkan banyak orang. Kini karena komitmen pada protokol Covid-19, maka akan dilakukan melalui pertemuan virtual," kata Fitrinela, Senin 19 Oktober 2020.
Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Sulbar ini menjelaskan deklarasi virtual akan berlangsung 26 Oktober mendatang. Deklarasi itu melibatkan seluruh stakeholder pemilu, termasuk peserta Pilkada dari empat kabupaten se Sulbar.
Agenda tersebut bertujuan membangun komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan yang aman, damai, demokratis dan sehat.
Kata Fitrinela, pengawas pemilu punya optimis tinggi partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2020 akan meningkat. Meskipun diselenggarakan di masa pandemi Covid-19.
Hal itu tentunya harus didukung dengan komitmen penyelenggaraan tahapan Pilkada sesuai peraturan perundang-undangan. Sekaligus kepatuhan dari penyelenggara teknis, masyarakat, pasangan calon dan tim, serta semua stakeholder terhadap protokol kesehatan Covid-19.
"Pengawas Pemilu juga akan mengambil peran dan ikhtiar sebagai bagian dari upaya pencegahan yang juga salah satu tugas utama termasuk pengawasan dan penindakan pelanggaran," tegasnya.
Fitrinela juga berharap seluruh pengawas pemilu mengisi ruang dan laman media sosial dengan pembahasan pentingnya menyukseskan pemilihan serentak 2020.
“Demi memantik kesadaran bersama untuk berpartisipasi mewujudkan Pilkada yang berintgeritas, damai dan sehat,” pungkas Fitrinela. (Humas)