Lompat ke isi utama

Berita

Helat Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Awasi Hoax, Ujaran Kebencian, Dan Isu SARA Dalam Pemilu

Helat Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Awasi Hoax, Ujaran Kebencian, Dan Isu SARA Dalam Pemilu
Mamuju, Sulawesi Barat – Bawaslu Sulawesi Barat kembali menggelar kegiatan penting dalam rangka menyongsong Pemilu Tahun 2024. Kali ini, fokusnya adalah Peningkatan Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan menyoroti Pengawasan Siber terhadap Hoax, Ujaran Kebencian, dan Isu SARA yang sering mewarnai proses demokrasi. Kegiatan yang berlangsung di salah satu Hotel di Mamuju, yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Sulawesi Barat, Universitas Tomakaka Mamuju, Universitas Muhammadiyah Mamuju, dan beberapa siswa SMK. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Anhar, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) wilayah Sulawesi Barat, dan Amran Nur, Koordinator Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD). Kamis, 25 Januari 2024 Anhar dan Amran Nur membawakan materi yang relevan seputar penanganan hoax, ujaran kebencian, isu SARA, serta pentingnya peran aktif mahasiswa dalam menjaga integritas Pemilu. Kordiv Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sulawesi Barat, Hamrana Hakim, dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran serta antusiasme peserta. "Saya berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran juga antusiasme adek-adek peserta. Saya berharap agar adik-adik peserta menyerap dengan baik ilmu pengetahuan dari Narasumber kita yang sudah sangat kompoten kompeten yaitu dari APD, dan AMSI," ungkap Hamrana. Hamrana Hakim menekankan pentingnya kontribusi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi. "Sangat diharapkan pula agar kita berkontribusi sekecil apapun itu pada perhelatan demokrasi pemilu Lima tahunan ini untuk sama-sama membangun fondasi sistem yang kuat dalam suksesi kepemimpinan atau demokrasi kita. Sebaiknya hari ini kita sudah memahami dan membiasakan diri bagaimana merespon informasi yang kita dapatkan. Dahulukan Saring sebelum Sharing," tambahnya. Narasumber juga mengingatkan tentang peran penting dalam menyaring informasi yang diterima selama periode pemilu. "Terkait peran dan partisipasi kita dalam pemilu, waktunya kita buktikan kebermanfaatan kita pada bangsa dan negara. Kita bisa menjadi perpanjangan tangan Bawaslu di lapangan dan ketika mendapatkan informasi, mari sama-sama difilter dulu. Jika itu informasi hoaks atau informasi bohong, ujaran kebencian, atau isu SARA, cukup diStop di kita," pesannya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghadapi dinamika Pemilu dengan bijak dan bertanggung jawab. (HUMAS)
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle