Evaluasi Pencegahan, Jadikan IKP Sebagai Mitigasi Utama
|
EVALUASI. Kegitan Rapat Evaluasi Pencegahan, Pengawasan, Pengawasan Partisipatif, dan Hubungan Antar Lembaga, yang dilaksanakan Bawaslu RI, Rabu 28 Desember 2022.
BALI, BAWASLU SULBAR - Penghujung Tahun 2022, Bawaslu RI melaksanakan kegiatan Rapat Evaluasi Pencegahan, Pengawasan, Pengawasan Partisipatif, dan Hubungan Antar Lembaga, Rabu 28 Desember 2022.
Bertempat di Badung, Bali, kegiatan tersebut mengundang Anggota Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas se-Indonesia.
Pada kesempatan itu, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, mengatakan agar jajaran Bawaslu di daerah agar menjadikan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) sebagai mitigasi utama dalam melakukan pencegahan Pemilu 2024. Menurutnya, setelah IKP diluncurkan, agar para pengawas pemilu menjadi cermat dan tepat dalam melihat seluruh persoalan tahapan baik pemilu, maupun pemilihan.
"Saat IKP diluncurkan maka saat itu juga mata kita melihat persoalan di seluruh tahapan pemilu atau pemilihan harus setajan mata elang, upaya mitigasi yang kita lakukan tidak boleh kaleng-kaleng," kata Lolly, Rabu 28 Desember 2022.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Sulbar, Hamrana Hakim, yang hadir pada kegiatan tersebut menuturkan kegiatan evaluasi tersebut sangat penting dilakukan guna untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program dan semua kegiatan Bawaslu dalam kurun satu tahun yang sudah berjalan.
"Ini menjadi pedoman kita juga dalam menentukan langkah terbaik yang akan dilakukan dalam mendukung kerja-kerja pengawasan kita kedepan, apa yang belum dilaksanakan di tahun ini seyogyanya dapat kita lakukan di Tahun 2023 mendatang," imbuh Hamrana.
Kordiv. Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas itu menambahkan dengan diluncurkannya Indeks Kerawanan Pemilu, maka kedepan akan dioptimalkan program kerja dalam rangka upaya pencegahan terhadap setiap potensi kerawanan dalam setiap tahapan Pemilu maupun Pemilihan.
"Melalui pertemuan ini juga, akan ditentukan program-program terbaik sebagai upaya mitigasi awal kita terhadap potensi kerawanan, sehingga program yang dilaksanakan dapat efektif dan tepat sasaran," kunci Hamrana. (Humas)