Evaluasi Pemetaan Kerawanan Pemilihan 2024, Bawaslu Sulbar Gelar Rapat dan Persiapkan Langkah Pencegahan Komprehensif
|
Mamuju, Sulawesi Barat - Dalam rangka mengevaluasi pemetaan kerawanan pada Pemilu serentak Februari 2024 kemarin demi menyukseskan Pemilihan serentak tahun ini dengan Pemetaan Indeks Kerawanan Pemilihan (IKP), Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat helat kegiatan Rapat Evaluasi Hasil Pengisian Instrumen IKP Pemilu 2024 dan Persiapan Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak tahun 2024 di ruang rapat Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Selasa 25 Juni 2024.
Dalam sambutan, Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Hamrana Hakim menyampaikan bahwa Indeks Kerawanan Pemilihan ini dapat menjadi referensi oleh siapapun dalam menyusun kebijakan dan program pencegahan.
"IKP telah menjadi referensi kebijakan yang digunakan oleh Bawaslu maupun diluar dari Bawaslu, sehingga penting untuk mengevaluasi kemudian mempertajam dan mengembangkan kajian terkait ini demi memperkaya pengetahuan kepemiluan dan menjadi referensi pencegahan oleh siapapun untuk menyusun kebijakan, strategi dan program pencegahan". ucap Hamrana Hakim sebelum membuka kegiatan secara resmi.
Ditambahkan pula bahwa IKP yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana yang dibuat untuk dimanfaatkan betul serta memaksimalkan program mitigasi.
“Yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita selanjutnya memanfaatkan betul IKP ini untuk dibuatkan program-program mitigasi sehingga dapat meminimalisir risiko kerawanan yang ada” terang Hamrana
Sementara itu, Bre Ikrajenta salah satu narasumber yang bergabung melalui via daring menyampaikan bahwa, penanggung jawab Indeks Kerawanan Pemilihan buttom up, atau dari bawah sampai ke pusat.
“Kita bereskan dulu pada tingkatan bawah yaitu, dari Kabupaten kemudian ke Provinsi baru kemudian dirilis secara Nasional dengan pendekatan data dari IKP Pemilu yang telah dilaunching dalam rangka Pemilu serentak tahun 2024 Februari kemarin.” Ucap Bre
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Akademi Pemilu dan Demokrasi di Mamuju, Ahmad Nur, juga menyampaikan beberapa kerawanan dan Langkah pencegahan dari perspektif eksternal yang dapat dijadikan bahan referensi terhadap pemetaan yang dilakukan oleh Bawaslu Provinsi beserta jajaran.
“Upaya ini tidak hanya melakukan pencegahan melalui internal, namun mengintegrasikan perspektif eksternal sebagai bahan referensi guna meningkatkan efektivitas dan komprehensivitas analisis serta langkah pencegahan” ucap Ahmad Nur (HUMAS)
