Bawaslu Sulbar Gelar Ngabuburit Pengawasan, Menajamkan Spiritual Pengawasan Demi Pemilu Bermartabat
|
Mamuju, Sulawesi Barat - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat gelar Ngabuburit Pengawasan dengan tema "Menajamkan Spritual Pengawasan Melalui Refleksi dan Evaluasi untuk Pemilihan Yang Bermartabat".
Kegiatan ini bertujuan menjalin Sulaturahmi bagi seluruh penyelenggara Pemilu serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi Bawaslu.
"Ini menjadi moment penting dalam menjalin silaturahmi sebagai bentuk menajamkan spritual pengawasan melalui refleksi dan evaluasi untuk pemilihan yang bermartabat yang akan datang" ujar Nasrul Muhayyang dalam sambuatan sekaligus membuka kegiatan melalui Via daring, Senin 17 Maret 2025.
Pada kesempatan yang sama, Hamrana Hakim menyampaikan bahwa ada beberapa konsentrasi pencegahan yang telah kami lakukan pada tahapan pemilhan diantaranya identifikasi potensi kerawanan.
"Ini sangat penting dilakukan, mengingat dengan adanya potensi kerawanan kita dapat menentukan strategi pengawasan maupun pencegahan yang dapat di lakukan dalam pengawasan nantinya" ucap Hamrana Hakim
Awaluddin mustafa Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat turut hadir melalui daring mengaku bahwa kegiatan ini dilaksanakan bukan sekedar menunggu waktu berbuka puasa, namun juga sebagai bentuk untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga integritas.
"Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memastikan pemilu berjalan dengan prinsip demokratis, transparan, dan akuntabel" Sambung Awaluddin Mustafa
Dr. Rustang selaku ketua KPU periode 2018-2023 sekaligus pemerhati pemilu megaku bahwa Pemilu sebagai pilar utama demokrasi menuntut penyelenggara yang tidak hanya profesional dan berkompeten, tetapi juga memiliki integritas yang kuat. Kesadaran spiritual berperan sebagai pengingat agar setiap keputusan dan tindakan yang diambil selalu berlandaskan pada prinsip kejujuran, keadilan, serta kepentingan masyarakat secara luas.
"Kesadaran spiritual bukan sekadar aspek personal, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menghadapi tekanan dan tantangan dalam proses pengawasan pemilu," tutup Rustang pada materi yang disampaikan. (HUMAS)
Penulis : Azwar Nasir
Editor : Muh. Azri
Pada kesempatan yang sama, Hamrana Hakim menyampaikan bahwa ada beberapa konsentrasi pencegahan yang telah kami lakukan pada tahapan pemilhan diantaranya identifikasi potensi kerawanan.
"Ini sangat penting dilakukan, mengingat dengan adanya potensi kerawanan kita dapat menentukan strategi pengawasan maupun pencegahan yang dapat di lakukan dalam pengawasan nantinya" ucap Hamrana Hakim
Awaluddin mustafa Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat turut hadir melalui daring mengaku bahwa kegiatan ini dilaksanakan bukan sekedar menunggu waktu berbuka puasa, namun juga sebagai bentuk untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga integritas.
"Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memastikan pemilu berjalan dengan prinsip demokratis, transparan, dan akuntabel" Sambung Awaluddin Mustafa
Dr. Rustang selaku ketua KPU periode 2018-2023 sekaligus pemerhati pemilu megaku bahwa Pemilu sebagai pilar utama demokrasi menuntut penyelenggara yang tidak hanya profesional dan berkompeten, tetapi juga memiliki integritas yang kuat. Kesadaran spiritual berperan sebagai pengingat agar setiap keputusan dan tindakan yang diambil selalu berlandaskan pada prinsip kejujuran, keadilan, serta kepentingan masyarakat secara luas.
"Kesadaran spiritual bukan sekadar aspek personal, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menghadapi tekanan dan tantangan dalam proses pengawasan pemilu," tutup Rustang pada materi yang disampaikan. (HUMAS)
Penulis : Azwar Nasir
Editor : Muh. Azri