Bawaslu Sulawesi Barat Gandeng Gema Difabel, Dorong Pengawasan Pemilu yang Inklusif dan Ramah Akses
|
Polewali Mandar - Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Barat terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan demokrasi yang inklusif melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Gema Difabel di Polewali Mandar.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam pengawasan pemilu, sekaligus memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya pemilu yang adil, aksesibel, dan partisipatif bagi seluruh lapisan Masyarakat. Sabtu, (09/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Wujudkan Pemilu Inklusif dan Ramah Akses” tersebut menjadi wadah kolaborasi antara Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Barat dan kelompok disabilitas dalam memperkuat partisipasi aktif penyandang disabilitas di setiap tahapan pemilu. Bertempat di SLB Pekkabata Polman Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Sulawesi Barat Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Hamrana Hakim.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam penguatan demokrasi. Anggota Bawaslu Sulawesi Barat menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki hak, kesempatan, dan akses yang sama dalam mengawal proses demokrasi tanpa adanya diskriminasi. “Demokrasi yang kuat lahir dari keterlibatan semua pihak tanpa terkecuali. Karena itu, penyandang disabilitas harus diberikan ruang, akses, dan kesempatan yang setara untuk turut mengawal setiap tahapan pemilu.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci terwujudnya pemilu yang inklusif, adil, dan berkualitas,” ujar Hamrana Hamrana menambahkan, “keterlibatan kelompok disabilitas dalam pengawasan partisipatif merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi serta memastikan setiap proses pemilu berjalan lebih terbuka, adil, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat” Ucapnya Kegiatan tersebut juga menghadirkan Safar selaku Direktur Gema Difabel Sulawesi Barat sebagai narasumber yang membawakan materi terkait penguatan hak politik penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan pemilu.
Melalui pemaparannya “Kelompok disabilitas harus menjadi bagian penting dalam demokrasi, bukan sekadar objek pemilu. Karena itu, diperlukan lingkungan pemilu yang inklusif, ramah akses, serta mampu menjamin partisipasi yang setara bagi semua kalangan,” paparnya. Melalui kegiatan ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Barat berharap semangat pengawasan partisipatif terus tumbuh di seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan demokrasi yang inklusif, adil, dan berintegritas. (HUMAS)