Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Sulbar Tanamkan Nilai Integritas di SMK Al Mubarak Topoyo

sdm

TOPOYO, BAWASLU SULBAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Barat kembali memperkuat basis pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda melalui program inovatif ‘Kelas Manarang Demokrasi’. Kegiatan yang menyasar siswa-siswi SMK Keperawatan Al Mubarak Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah ini bertujuan membekali pemilih pemula dengan pemahaman politik dan pengawasan pemilu, Kamis (05/02/2026).

​Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menginstruksikan Bawaslu untuk melakukan pencegahan pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu. Secara normatif, pengawasan partisipatif merupakan instrumen penting dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat—khususnya pemilih pemula—untuk turut serta menjaga kedaulatan pemilih, mendorong integritas proses, serta memastikan terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

s

​Koordinator Divisi SDMO dan Diklat Bawaslu Sulbar menegaskan bahwa keterlibatan siswa bukan sekadar formalitas penggunaan hak pilih, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai warga negara. Pihaknya mendesain Kelas Manarang Demokrasi untuk membentuk karakter generasi muda yang kritis dan berani melaporkan kecurangan.

​“Kami ingin adik-adik di SMK Al Mubarak tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga berani bersuara dan melaporkan jika melihat adanya kecurangan. Demokrasi yang sehat dimulai dari pemilih yang cerdas dan peduli,” tegasnya.

​Di tengah derasnya arus informasi, Bawaslu memandang pemilih muda rentan terpapar praktik politik uang dan berita bohong (hoax). Mengingat generasi muda adalah kelompok pemilih terbesar, Bawaslu hadir memberikan “benteng” intelektual agar mereka memiliki 

j

integritas untuk menolak segala bentuk pelanggaran pemilu.

​Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Wakil Kepala SMK Keperawatan Al Mubarak Topoyo, Arham, S.Kep., Ns., menilai materi ini sangat krusial agar siswa tidak apatis terhadap politik. “Kami optimis siswa-siswi kami akan terlibat aktif mengawal masa depan bangsa dengan nilai kejujuran yang telah ditanamkan,” ungkapnya.

​Pelaksanaan Kelas Manarang Demokrasi kali keempat ini menitikberatkan pada tiga tujuan strategis: pendidikan mekanisme pemilu yang jujur, penanaman nilai sportivitas, serta aktivasi partisipasi dalam pengawasan mandiri. Melalui semangat “Manarang” (Cerdas), Bawaslu Sulbar berharap setiap pemilih muda di Bumi Manakarra dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat. (Humas)

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle