Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Sulbar, Perkuat Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu
humas | Selasa, Maret 10, 2026 - 11:14
Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mempererat sinergi antar jajaran dalam membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu yang berintegritas.
Mengusung tema “Tausiyah Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu”, kegiatan ngabuburit ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten se-Sulawesi Barat. Menjadi ajang memperdalam nilai integritas, profesionalitas, serta tanggung jawab moral bagi para pengawas pemilu di bulan suci.
Muhammad Subhan, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat yang juga Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, menegaskan bahwa integritas pengawas tercermin dari kemampuannya menginternalisasi nilai-nilai yang diyakin, kemudian mewujudkannya secara nyata dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Seorang pengawas akan lebih berintegritas ketika mampu menginternalisasi nilai-nilai yang diyakini dan menjadikannya landasan dalam bersikap serta bertindak secara konsisten. Oleh karena itu, tugas Badan Pengawas Pemilihan Umum tidak hanya mengawasi seluruh tahapan pemilu, tetapi juga mendorong terwujudnya pemilu yang berintegritas” ujar Subhan, narasumber dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan.
Ia menambahkan bahwa dalam menjalankan tugas pengawasan terdapat dua regulasi utama yang perlu dipahami, yakni regulasi internal di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum serta regulasi teknis di lapangan yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Oleh karena itu, masa non-tahapan pemilu seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas, salah satunya dengan mempelajari kembali berbagai regulasi yang mungkin terlewat pada pelaksanaan pemilu sebelumnya. Ucapnya
Pada kesempatan yang sama, kegiatan Ngabuburit Pengawasan juga menghadirkan Nur Salim Ismail sebagai narasumber eksternal, Menyampaikan dalam perjalanannya penyelenggaraan pemilu kerap dihadapkan pada berbagai tantangan dan kendala yang tidak mudah untuk diselesaikan.
“Penting bagi setiap penyelenggara pemilu untuk menjaga nurani dan kehormatan lembaga, serta menggerakkan ikhtiar yang tulus dalam mendidik masyarakat memilih pemimpin secara demokratis. Dalam perspektif Ramadan, nilai yang paling mendasar adalah kemampuan mengendalikan diri agar penyelenggara pemilu tetap menjaga sikap, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah demokrasi.” Tuturnya
Lanjutnya bahwa menjadi penyelenggara pemilu bukanlah tugas yang sederhana, karena tidak hanya dituntut menjalankan tugas berdasarkan regulasi, tetapi juga harus mampu bekerja dengan mengedepankan mata hati dan Nurani, Badan Pengawas Pemilihan Umum bukan sekadar sebuah kantor, melainkan tempat untuk menerjemahkan nilai ketulusan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Tutupnya
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, sebelum akhirnya ditutup menjelang waktu berbuka puasa.
Ke depan, Pengawas Pemilu di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum diharapkan terus memperkuat komitmen dalam menjaga integritas dan etika penyelenggara pemilu, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan independensi dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas. (HUMAS)