NGABUBURIT PENGAWASAN BAWASLU SULBAR BAHAS SISTEM HUKUM DAN KEADILAN PEMILU
humas | Selasa, Maret 3, 2026 - 12:12
Mamuju, Sulawesi Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Ngabuburit Pengawasan Part II bertema “Tausiyah Sistem Hukum dan Keadilan Pemilu”. Kegiatan ngabuburit ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten se-Sulawesi Barat. (Senin/02/03/26).
Arham Syah Selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Prov Sulawesi Barat, menegaskan pentingnya pemahaman sistem hukum dan prinsip keadilan dalam penyelenggaraan pemilu, sebagai landasan utama dalam memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi asas keadilan.
“penegakan keadilan pemilu sangat bergantung pada transparansi, baik dari penyelenggara maupun peserta pemilu serta independensi lembaga penyelenggara dari segala bentuk intervensi, Sejumlah tantangan ke depan seperti potensi manipulasi data pemilih, kampanye hitam, penyebaran informasi yang masif, serta praktik politik uang yang sulit dideteksi” Kata Arham Syah selaku Narasumber pada kegiatan Ngabuburit Pengawasan.
keterbatasan akses di sejumlah wilayah serta potensi penggelembungan suara sebagai tantangan serius dalam tahapan pemilu ke depan. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran pemilu memiliki konsekuensi hukum yang tegas, mulai dari sanksi pidana hingga sanksi pembatalan bagi peserta pemilu, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga integritas dan keadilan proses demokrasi.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa “kerangka hukum pemilu di Indonesia berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945, yang kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 serta peraturan teknis seperti peraturan KPU dan Perbawaslu. Prinsip keadilan pemilu menempatkan setiap suara pada posisi yang setara serta menjamin hak setiap warga negara untuk memilih dan dipilih sebagai bagian dari perlindungan konstitusional,” Tutupnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang berlangsung dinamis hingga menjelang waktu berbuka puasa, sebelum acara secara resmi ditutup.
Sebagai penutup, ia berharap seluruh jajaran penyelenggara dan pengawas pemilu, khususnya di Sulawesi Barat, dapat terus memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. (HUMAS)