Lompat ke isi utama

Berita

MENGUATKAN SPIRIT KELEMBAGAAN BAWASLU DI MASA NON-TAHAPAN LEWAT NGABUBURIT PENGAWASAN 2026

kordiv p

Mamuju, Sulawesi Barat —Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat menggelar Ngabuburit Pengawasan bertema “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu”  Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti jajaran Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten se-Sulawesi Barat, serta melibatkan OKP dan Kader Alumni P2P dalam rangka Mengisi bulan Ramadhan dengan penguatan nilai integritas dan kapasitas pengawasan di Sulawesi Barat. (Rabu/25/02/26)

ko
l

Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat Joni Rambulangi dalam sambutannya kegiatan ini bukan sekadar implementasi dari program nasional Bawaslu RI, tetapi juga menjadi ruang pertemuan kembali bagi para penyelenggara dan sahabat pengawasan.

“Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 4 tentang Ngabuburit Pengawasan sebagai langkah strategis mempersiapkan diri menghadapi tahapan ke depan. Meski berada di masa non-tahapan, hal tersebut tidak mengurangi ritme kerja dan komitmen kelembagaan. Justru melalui rangkaian kegiatan seperti ini, Bawaslu menunjukkan eksistensinya sebagai institusi yang tetap aktif, produktif, dan konsisten memperkuat soliditas serta integritas dalam mengawal demokrasi, termasuk di bulan Ramadan,” ujarnya

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Hamrana Hakim Menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat spirit kelembagaan Bawaslu.

“Bahwa masa non-tahapan bukan berarti berhentinya kerja-kerja pengawasan, melainkan fase penting untuk memperkuat kapasitas, konsolidasi internal, serta meneguhkan nilai-nilai integritas dan profesionalitas. Melalui tema penguatan spirit kelembagaan Bawaslu, ditekankan bahwa kekuatan institusi tidak hanya terletak pada pelaksanaan tahapan, tetapi juga pada kesiapan, soliditas, dan komitmen seluruh jajaran dalam menjaga marwah pengawasan demokrasi” Jelas Hamrana Hakim

Dalam kesempatan yang sama, Muh. Rivai selaku narasumber eksternal menambahkan bahwa kejujuran adalah fondasi utama karakter pengawas karena darinya lahir kebaikan dan kemudahan dalam menjalankan tugas.

“ketika nilai-nilai tersebut dikonversikan dalam perspektif Islam, terdapat sejumlah prinsip yang relevan, salah satunya adalah amanah. Menurutnya, amanah mengajarkan setiap pengawas untuk taat pada hukum, prosedur, dan regulasi, serta menanamkan kesadaran bahwa tugas pengawasan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijalankan dengan penuh integritas”. Tutupnya

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, sebelum akhirnya ditutup menjelang waktu berbuka puasa.

Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi ruang sinergi berkelanjutan dalam merawat nilai integritas serta memperkuat budaya pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Provinsi Sulawesi Barat. (HUMAS)

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle