Bawaslu Sulbar: Kampung Pengawasan Partisipatif, Kunci Sukses Pemilu 202
|
Mamuju, Sulawesi Barat - Dalam rangka menyambut Pemilu 2024 yang sukses, berkualitas, dan bermartabat, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat menggalakkan strategi pencegahan serta peningkatan peran serta masyarakat melalui Pengawasan Partisipatif. Salah satu inisiatif kunci dalam upaya ini adalah pembentukan dan pengembangan "Kampung Pengawasan Partisipatif." Senin 1 Januari 2024
Kampung Pengawasan Partisipatif bertujuan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, terutama di tingkat kampung dan desa, dalam pengawasan Pemilu. Ini dilakukan dengan memberikan pendidikan politik, kepemiluan, dan kelembagaan pengawas kepada masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan kader dan tokoh penggerak pengawasan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai model dan metode pengawasan yang efektif dan sistematis.
"Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, Pengawasan Partisipatif digelorakan. Melalui pemberian pendidikan politik, kepemiluan, dan kelembagaan pengawas, kami berharap menciptakan kader dan tokoh penggerak pengawasan" Ungkap Hamrana
Pentingnya Pengawasan Partisipatif juga tercermin dalam kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat. Ini bukan hanya sekadar wadah untuk menerima laporan, tetapi merupakan kemitraan aktif dalam meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam memantau pelaksanaan Pemilu, mencegah pelanggaran, dan melaporkan potensi dugaan pelanggaran pemilu.
"Kolaborasi penting antara Bawaslu dan masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif mencerminkan keseriusan untuk meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan Pemilu. Ini bukan sekadar wadah untuk menerima laporan, melainkan sebuah kemitraan aktif yang mengajak masyarakat berperan dalam memantau pelaksanaan Pemilu, mencegah pelanggaran, dan melaporkan potensi dugaan pelanggaran pemilu" tambah Hamrana
Melalui upaya ini, diharapkan kesadaran masyarakat di desa-desa meningkat, memungkinkan pengawasan bersama-sama dengan Bawaslu untuk menciptakan Pemilu yang lebih transparan, adil, dan bermartabat. Dengan pendekatan partisipatif ini, diharapkan Pemilu 2024 dapat menjadi contoh sukses dalam demokrasi Indonesia, melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga integritas proses demokratis.
"Dengan upaya ini, kita berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di desa-desa, menciptakan lingkungan di mana pengawasan bersama-sama dengan Bawaslu menjadi mungkin, guna membentuk Pemilu yang lebih transparan, adil, dan bermartabat. Pendekatan partisipatif ini menjadi kunci untuk menjadikan Pemilu 2024 sebagai contoh sukses dalam demokrasi Indonesia, melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga integritas proses demokratis" tutup Hamrana (HUMAS)
"gambar pemasangan baliho kampung pengawasan partsipatif Bawaslu Sulbar di sekitar pintu gerbang desa tondok bakaru"

