10 Malam Terakhir Ramadhan, Bawaslu Sulawesi barat “Khatam Ngabuburit Pengawasan”
humas | Kamis, Maret 12, 2026 - 16:37
Mamuju, Sulawesi Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Barat kembali menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan. Kegiatan ini terasa berbeda karena dilaksanakan pada sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan sekaligus menjadi penutup rangkaian Ngabuburit Pengawasan selama Ramadhan, kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat dan dilaksanakan secara hybrid, dengan menggabungkan kehadiran peserta secara langsung dan daring, pada 12/03/25.
Mengusung tema “Khatam Ngabuburit Pengawasan”, kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, bersama jajaran sekretariat Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat. Turut hadir pula kader alumni P2P Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat yang menjadi bagian dari penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Lolly Suhenty, menegaskan bahwa dalam konteks kelembagaan Bawaslu, peningkatan ibadah di bulan Ramadhan juga dapat dimaknai sebagai upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas pengawasan.
“Pencegahan tidak mengenal tahapan dan tidak mengenal waktu. Upaya pencegahan harus terus berjalan, baik dalam kondisi apa pun. Karakter pencegahan harus kreatif, interaktif, dan progresif, sehingga mampu menjangkau masyarakat secara luas dan efektif.” Tegasnya
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kewajiban pengawasan melekat pada setiap jajaran Bawaslu. Menurutnya, berbagai langkah seperti uji petik dan pengawasan langsung harus tetap dilakukan sesuai kapasitas yang dimiliki. Ia juga menegaskan bahwa pencegahan memiliki ruang yang luas, sehingga dapat dilakukan melalui parmas dan humas dengan cara yang sederhana, namun tetap terukur dan berdampak nyata dalam penguatan pengawasan pemilu.
“Bahwa upaya pencegahan harus mulai dilakukan sejak dini melalui literasi kepemiluan dan pendidikan politik kepada Masyarakat, langkah tersebut merupakan cara untuk memastikan terwujudnya demokrasi yang sehat di masa mendatang. Demokrasi yang sehat harus dipersiapkan jauh-jauh hari melalui peningkatan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan,” ujarnya.
Hamrana Hakim selaku koordinator divisi pencegahan parmas dan humas, menegaskan bahwa pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan tahun 2026 yang digelar hingga penghujung Ramadhan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman jajaran pengawas pemilu dalam menjalankan fungsi pencegahan.
Ia menjelaskan “bahwa masa non-tahapan dimanfaatkan Bawaslu untuk melakukan berbagai persiapan agar saat tahapan pemilu dimulai seluruh jajaran pengawas pemilu siap bekerja secara maksimal serta meminimalisir potensi kerawanan yang pernah terjadi sebelumnya, strategi pengawasan pada masa ini penting untuk memastikan kualitas demokrasi tetap terjaga meskipun tahapan pemilu belum berlangsung.” Ujarnya
Ia juga menambahkan langkah awal dalam pencegahan adalah mengidentifikasi dan memetakan potensi kerawanan pemilu. Hal ini penting agar program pencegahan yang dilakukan dapat tepat sasaran serta menjadi dasar dalam menyusun strategi, mitigasi, dan program pengawasan yang lebih efektif berdasarkan indeks kerawanan dan hasil evaluasi sebelumnya
Dalam kesempatan yang sama Sebagai narasumber eksternal, Usman Sanjaya menekankan bahwa pengawasan merupakan elemen penting untuk menjamin terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil.
“Dalam perspektif nilai-nilai Islam, pengawasan selaras dengan prinsip keadilan, amanah, dan tanggung jawab sosial, yang bertujuan menjaga kepercayaan publik serta menjadi bagian dari tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan serta konsep pengawasan sosial dalam Islam juga menekankan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat.” Ucapnya
Ia juga mendorong tumbuhnya kesadaran pemilih terhadap pentingnya pengawasan partisipatif, serta mengajak para pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam gerakan pengawasan pemilu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang berlangsung dinamis hingga menjelang waktu berbuka puasa, sebelum acara secara resmi ditutup.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya pengawasan pemilu melalui sinergi antara Bawaslu, masyarakat. Ngabuburit Pengawasan juga diharapkan terus menjadi ruang edukasi dan kolaborasi untuk menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif, guna mendukung terwujudnya pemilu yang berintegritas, transparan, dan demokratis. (HUMAS)