Sinergi Bawaslu dan Disdikbud Sulbar: Menyiapkan Pemilih Muda Berkarakter untuk Demokrasi Berkualitas
humas | Rabu, Juni 17, 2026 - 19:34
Mamuju, 15 Juni 2026 – Demokrasi yang kuat tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari kesadaran, pengetahuan, dan keberanian generasi muda untuk menjaga nilai-nilai demokrasi. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Barat melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat guna memperkuat pendidikan kepemiluan bagi pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Barat.
Koordinasi yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi untuk menghadirkan program edukasi kepemiluan bagi generasi muda sebagai pemilih masa depan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Sulawesi Barat, Hamrana Hakim.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Hamrana Hakim, menegaskan bahwa pendidikan kepemiluan bagi pelajar merupakan langkah strategis untuk membangun budaya demokrasi yang sehat sejak dini.
"Pemilih pemula akan menjadi kekuatan penting dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman tentang demokrasi, pentingnya partisipasi dalam pemilu, serta keberanian menolak politik uang. Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami berharap edukasi kepemiluan dapat melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menggunakan hak pilihnya," ujar Hamrana Hakim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, menyambut positif inisiatif Bawaslu Sulbar dalam menghadirkan edukasi kepemiluan di lingkungan sekolah. Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui penanaman nilai-nilai demokrasi, integritas, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
"Pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, kami mendukung upaya Bawaslu Sulawesi Barat untuk memberikan pemahaman kepemiluan kepada pelajar sebagai bekal menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi," ujar Muhammad Nehru Sagena
Ia juga menambahkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat dalam pelaksanaan program pendidikan pemilih bagi kalangan pelajar.
"Kami menyambut baik rencana kerja sama ini dan siap berkolaborasi dengan Bawaslu Sulawesi Barat. Untuk merealisasikan program tersebut, kami meminta agar dilakukan penyusunan jadwal dan mekanisme pelaksanaan secara terstruktur sehingga kegiatan dapat menjangkau sekolah-sekolah secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik," tambahnya.
Bawaslu Sulawesi Barat meyakini bahwa membangun kesadaran demokrasi di kalangan pelajar bukan sekadar investasi untuk pemilu berikutnya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah dan bangsa. Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, diharapkan lahir generasi pemilih yang tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan sesaat, tetapi memilih berdasarkan gagasan, integritas, dan visi untuk kemajuan bersama.
Melalui langkah kecil yang dimulai hari ini, Bawaslu Sulawesi Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat berharap dapat menyalakan semangat demokrasi di hati para pelajar, karena masa depan demokrasi yang berkualitas dimulai dari generasi muda yang terdidik, sadar, dan berintegritas. (HUMAS)